Kami..

Kami..

Rabu, 01 Desember 2010

Multi Distro Linux-ku Doeloe

MULTI DISTRO dalam Booting

10 Distro Linux dalam Booting Laptop
Tak pernah terbayang sebelumnya bahwa dalam satu booting aku bisa memasukkan 10 distro linux pada laptop-ku (Gbr. Booting 10 distro).  Pengalaman menarik ini hampir kulupakan karena awalnya sudah lama sekali dan walaupun sampai saat ini aku juga masih sering gonta-ganti distro, terutama distro terbaru, bonus dari InfoLINUX pada setiap edisi. Oh ya, kenalkan, aku adalah PNS pada Pemkab Banjar Kalsel yang memulai berkenalan dengan distro linux pada awal tahun 2008.  Saat itu Mandriva 2008 Free dan Open Suse 10.3 yang menjadi dua distro pertamaku, dari dua CD/DVD bonus InfoLINUX.  Setelah mencoba menginstal berdasarkan petunjuk dan melihat tampilan desktop maupun fitur KDE Mandriva & Gnome-nya Suse, aku langsung jatuh cinta pada linux.  Sejak saat itu jam tidur malamku nyaris tidak ada.  Kenapa? Ya karena asyiknya meng-explore dan menikmati keindahan dekstop dan fitur-fitur yang ada pada distro-distro linux yang hampir selalu kuinstal setiap kudapatkan majalah InfoLINUX.  Sejak saat itu pula hampir 30-an distro linux yang pernah mampir ke laptopku. Tercatat distro Linsfire, MyahOS, Fedora, Ubuntu, GoogleOS dan buanyak lagi.

Sempat ‘Shock’ dan Rescue CD yang Powerful
Ada satu hal yang sempat membekas & sempat membuatku shock, yaitu saat menginstal distro Dreamlinux 3.0 (Gbr. Distro Dreamlinux), karena teledor mambaca petunjuk dan lupa perihal partisi untuk root, aku telah meng-executeyes’ pada wizard ‘whole partition’.  Alamak...!! seluruh dataku hilang ter-format. Untung ada backup data pada komputer dan CD backup di kantor, walaupun begitu, aku harus tetap rela kehilangan data-data pribadi dan ketikan terbaru kantor.  Sejak saat itu aku selalu ekstra hati-hati jika sudah sampai pada wizard pemilihan partisi root.  Tapi bagi kawan-kawan yang ingin mencoba menginstal linux jangan khawatir, backup data ke CD/DVD merupakan cara aman untuk memulai linux. Dan jika ada kekhawatiran Windows-nya rusak (sebetulnya tidak akan terjadi), partisi dulu melalui program yang berjalan pada Windows, seperti Partition Magic.
Mengenai partisi mungkin teman-teman pembaca akan bertanya, bagaimana aku membagi partisi dengan mudah? Jawabnya adalah berkat adanya Rescue CD yang ku-burning dari bonus DVD infoLINUX.  Hardisk-ku yang (sayang sekali-hanya) 80 Gb, kubagi menjadi 15 partisi melalui Rescue CD.  Pembagiannya adalah 1 partisi untuk swap, 10 partisi ext3 untuk 10 root distro, 3 partisi utk sistem Fat32 (data) dan 1 partisi extended partisi.  Harus kuakui, 1 partisi (Fat32) masih untuk WinXP-Sp3, itupun kuperlukan jika saat-saat tertentu laptopku dipinjam oleh teman yang belum familiar linux.  Sampai saat ini aku masih “nyambi” memberi pemahaman tentang menariknya fitur-fitur linux kepada orang, teman atau siapa saja yang sengaja atau tidak sengaja berdiskusi tentang OS. Kadang sampai lupa waktu makan dan mulut berbusa-busa (ya.., saking semangatnya..!!).  Pokoknya aku seperti gak pernah bosan menjelaskan tentang pengalaman menarik ber-distro linux. Kadang untuk membuktikannya, kuperlihatkan dan kupraktikkan atau kuberikan solusi untuk menginstal salah satu distro linux jika windows-nya bermasalah, dengan catatan Win-nya diinstal Fat32 (agar linux mudah meng-explore-nya).
Memang dapat kupahami bahwa tidak semua orang suka dan mau untuk hal-hal baru, apalagi untuk merubah kebiasaan terhadap OS tertentu.  Komentar tentang ”waah, linux itu sulit..!!, atau ”apa itu Linux?” acapkali saya dengar pada saat saya mencoba ”mensosialisasikan” linux.  Kesan tidak ingin repot atau ribet dapat ditangkap dari seseorang yang mungkin ”windows minded” atau punya pengalaman  buruk pada saat mencoba/meng-install linux.  Padahal jika dia mau secara perlahan memahami dan mencoba, memakai Wine atau Crossover tentu dapat menjadi metode transit atau pengenalan dan pembelajaran tentang sebuah OS yang gratis, tidak bajakan, dan tentu saja kita tidak berdosa karenanya.
Oh..ya, saat inipun aku sedang mencoba 2 distro mini untuk 512 Mb flash dan 4 Gb memory stick_SDHC. (Gbr .6 s/d Gbr.13).  Selain itu aku sedang mencoba mencicipi fitur-fitur Linux versi 64 bit, karena kebetulan laptopku memakai AMD Turion64.

Manajemen Booting lewat Suse & Mandriva, serta Mepis yang Helpful
Dari gambar booting laptopku, dapat dilihat ada 10 distro linux yang tampak dan ready dalam mengantarkan aku ke distro pilihan melalui tombol ‘enter’.  Bagaimana mengaturnya..? Melalui distro ‘Simply_Mepis’, kuatur semua susunan dan konfigurasi booting tiap distro, tidak terkecuali distro siluman-‘Slackware’ jelmaan WinXP-Sp3. Jika bermasalah, Reload Booting dari Mandriva 2008 Free atau opsi ‘go to system operation’-nya Suse 10.3 dapat membantuku menuju partisi root distro tertentu.  Intinya, tidak ada yang mustahil melalui linux. Sulit? Susaah? Menurutku ‘tidaaak...!’ selama kita mau mencoba dan (terpenting) membaca petunjuk-petunjuk yang ada. (Gbr.Distro lainnya)

Tugas Kantor Kritis, Ditolong Linux
Satu pengalaman yang juga menarik adalah pada saat kami bertugas di pedesaan dalam rangka sosialisasi kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kec. Aluh-aluh.  Saat itu kepala dinas hadir dan rencananya memberikan presentasinya. Entah kenapa koneksi LCD proyektor gagal meskipun sudah pakai dua laptop milik kantor..  Aduuh... padahal presentasi oleh kepala dinas sudah harus disajikan. Sambil berkeringat dingin kami terus coba, tetap saja gagal, mungkin karena driver hardware pada Win-XP yang bermasalah.  Akhirnya di saat-saat kritis itu kucoba LinuxMint di laptopku. Ehh LCD berhasil konek dan presentasi lancar..!! Tertolonglah kami oleh Mint.  Terimaksih linux..!! (Gbr.Distro Mint)


Apa “Untung..?” –nya memakai Linux
Jika pertanyaan ini langsung kujawab, maka bersiaplah anda untuk menjadi pendengar yang setia.  Mengapa? Hahaha... karena seperti ceritaku di atas, penjelasanku tentang ”untung”-nya memakai linux sampai bikin mulutku berbusa-busa...  Baiklah.. kita bahas secukupnya termasuk sedikit pengalaman yang kualami.. (agar mudah kubuat per point)
1.       Karena Windows di PC atau laptop corrupt (mungkin akibat virus), data-data otomatis tidak terakses. Dapat dibayangkan, pada saat-saat genting kita tidak dapat berbuat apa-apa selain format hardisk atau install ulang.  Disinilah peranan linux Live CD maupun linux Rescue CD yang dapat menolong kita mengakses data-data tersebut.
2.       Ketenangan jiwa atas pemakaian produk yang sah atau legal menjadi hal terpenting dalam bekerja (setidaknya bukan bajakan).  Dapat kita bayangkan jika laptop kesayang kita kena razia OS dan harus disita karena kita telah memakai produk bajakan.  Sudah malu, kena denda lagi... Rugii abiis..!! padahal, kalo pake linux, siapa yang larang atau nge-razia..!!? Amaann abiis..!! Nggak pake bayar.. paling banter cuma beli CD-nya, malah kamu dapet bonus majalah.
3.       Virus Windows gentanyangan... Takuut..!!  Pengalaman paling tidak mengenakkan bagi kita (nyaris semua orang pengguna PC atau pemilik flashdisk) adalah pada saat data-data/flashdisk kita  tertular virus.  Alamaak, sudah susah payah ngetik naskah, trus hilang gara-gara virus...  Jika kita cermati... file atau data kita masih dapat kita temui pada saat kita berada dalam sistem linux, sebagaimana pengalaman aku saat mencoba mengakses dan meyelamatkan data pada flashdisk teman.  Selidik punya selidik, ternyata diprotect virus, tapi ”no way for Linux”.  Syukurlah, karena dedikasi pemakai/pembuat program linux, sifat-sifat keinginan merusak manjadi hal yang tabu bagi komunitas linux.  Semoga abadi..!! Hidup linux...!!
4.       Linux menjadi mediasi pembelajaran dan peningkatan SDM.  Woww..maksudnya? Ya.. dengan segala keterbatasan (kurangnya dukungan arsitektur dari vendor hardware terhadap OS linux) dan keanekaragaman distro, telah membuat kita terdidik untuk berusaha memecahkan masalah. Kemampuan mengkompilasi hardware dengan software dapat menjadi suatu seni dan tantangan baru bagi jiwa yang dinamis dan enerjik.

Teman-teman atau pembaca sekalian, uraianku di atas semoga dapat menggugah anda untuk membuat langkah baru dalam hidup, khususnya dalam dunia komputer.  Oh ya... sampai saat ini aku masih berusaha mempelajari dasar-dasar mengkompilasi (meracik) driver-driver hardware dalam sistem linux.  Harus kuakui bahwa selama ini, aku dan beberapa teman/rekan kerja masih sebagai applicated user oriented.  Semoga sumbangsih pemikiran dan himbauan ini dapat menjadi manfaat bagi anda yang membaca dan bersedia memulai langkah baru yang free, safety dan legal.

Mana Distro Linux Terbaik-(ku)?
Jika harus menjawab, menurutku ‘semua distro linux baik’, tentunya untuk aspek finansial dan etika, lebih baik memakai distro yang free (gratis) daripada kita harus memakai bajakan.. Semua keperluan kita, Insya Allah ada dalam paket-paket installer-nya, walaupun kadang juga harus menunduhnya via internet.  Tetapi untuk ‘distro terbaik’, jawabnya pada kita sendiri. Seberapa besar keperluan kita terhadap fitur-fitur yang ada dan kita anggap bermanfaat atau menjawab kebutuhan kita akan suatu aplikasi.  Sebagai ilustrasi, dari 10 distro (Gbr.Booting 10 distro), telah kususun urutannya berdasarkan kesukaan dan asas  fungsionalitasnya.
Oh, ya... Dalam berlinux ria, satu kesan mendalam tentu dapat kita dapatkan, bahwa ternyata masih banyak orang yang cerdas dan pintar serta mempunyai dedikasi untuk menolong orang lain, setidaknya dalam forum komunitas linux.  Mediasi pembelajaran seperti adanya Majalah InfoLinux merupakan sesuatu yang pantas untuk mendapat penghargaan dalam peningkatan sumberdaya manusia Indonesia.  Saluut InfoLinux..!!.  Kesan mendalam lainnya juga aku peroleh saat mencicipi BlankOn 3 Lontara.  Sebagai salah satu distro lokal sumbangsih ”anak negeri” ternyata distro ini masih berupaya mempertahankan khasanah budaya Indonesia lewat bahasa, wallpaper, logo atau theme ditengah krisis kebudayaan dan degradasi nilai budaya lokal.
Oke.. pada akhirnya... bagi anda yang ingin membandingkan dan mencicipi keindahan beberapa distro, metode ‘multidistro’ dapat dicoba, setidaknya anda akan mendapatkan beberapa pengalaman menarik dari distro-distro linux.  Tidak ada istilah sulit dalam linux.  Selamat mencoba..!!



M. Syahid, S.Pi, MP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar